GUNAKAN DENGKUL ANDA BUKAN OTAK ANDA

Pertengahan tahun 2007 lalu saya dan beberapa teman keliling kota Medan dengan sepeda motor. Malam itu sekira pukul 23.30wib udara terasa begitu dingin. Kami singgah di warung TST (Teh Susu Telur) sambil bincang – bincang tentang gambaran masa depan yang ada dibenak kami masing – masing.

Sekira pukul 00.30wib kami sepakat untuk pulang ke rumah masing – masing, belum sempat mengucap salam untuk pulang salah satu teman saya nyeletuk “aduh! Gawat nih, bocor ban belakang ku” akhirnya ditengah udara dingin dini hari itu kami mencari tempat tambal ban terdekat. Alhamdulillah gak terlalu jauh.

Dini hari yang dingin ditambah saling diam membuat pagi itu begitu dingin karenanya saya mencoba membuka pembicaraan dengan keluhan “Dingin!!! Luar biasa dinginnya. kalau dingin gini fisik lemah bisa sakit. Memang lain kali kalau keluar pagi-pagi gini harus pakai jaket dua lapis biar gak sakit” Salah satu teman saya tidak sepakat lantas ia berkomentar “Bukan jaket yang harus di tambah tapi sepeda motor yang harus diganti dengan mobil” 1 – 0 (baca: satu kosong), hati saya nyeletuk “benar juga cara berpikir kawan tuh”

Diawal tahun 2008, seorang teman yang aktifitas dakwahnya luar biasa ngeluh “Besar kali pengeluaran untuk pulsa ini, gimana caranya supaya pengeluaran untuk pulsa bisa dikurangi ya sal?” hehehe…1000x kesempatan untuk buat skor jadi 1 – 1 (baca: satu sama) saya bilang ke teman saya “Cara berpikir itu harus dirubah, bukan pengeluaran untuk pulsa yang harus dikurangi tapi pendapatan yang harus ditambah”. “Betul juga ya!” teman saya mengangguk.

Begitulah otak mayoritas bangsa Indonesia berpikir. Selalu membatasi diri dengan keadaan yang ada. Ingat bagaimana telur rajawali yang kesasar di tumpukan telur ayam. Kemudian menetas dan si rajawali junior dipaksa mengikuti tradisi ayam. Sampai suatu saat ia melihat burung rajawali mengudara “waah! Hebat ya, itu apa ? kenapa bisa terbang?” temannya menyikut sambil berkata “wuss!!! Kita ini ayam udah jangan mikir yang macam macam. Ayam, ayam aja!” Akhirnya ia menjadi ayam seumur hidupnya tanpa menyadari bahwa di dalam dirinya ada potensi yang luar biasa.

Potensi yang luar biasa tersebut hanya bisa dibangkitkan dengan kekuatan keyakinan bahwa kita B I S A. Ya! BISA. Nah kalau otak kita selalu memaksa kita untuk berpikir “gak mungkin bisa! Aku kan gak punya uang untuk melanjutkan kuliah”. “Gak mungkin kuliah ke Malaysia, makan aja aku susah malah mau ke Malaysia” Nah kalau anda salah satu korban otak anda. Saran saya GUNAKAN DENGKUL ANDA BUKAN OTAK ANDA. Lakukanlah hal – hal luar biasa di dalam kehidupan anda!!!

Ungkapkan pendapat Anda