Tulisan ini juga dimuat di IHASITE.INFO (Indonesian Hypnotherapist Association)
Di Indonesia, pengobatan melalui Hypnotherapy mungkin masih harus berjuang keras untuk dapat mengambil tempat di tengah – tengah masyarakat. Mengingat sebagian kebudayaan Indonesia kental dengan sesuatu yang berbau mistik seperti kemenyan, dupa, kembang dan ritual – ritual khusus.
Kebudayaan “klenik” ini menjadi suatu nilai kebenaran dalam masyarakat Indonesia yang berakibat kepada memandang segala sesuatu yang tidak wajar pasti ada mistiknya. Sehingga, masyarakat menganggap Hypnotherapy adalah bagian dari “klenik”.
Padahal, Hypnotherapy yang menggunakan metode Hypnosis adalah murni ilmu komunikasi yang sebenarnya bukan hal baru. Menurut beberapa sumber yang saya baca, ternyata Ia sudah dipraktekkan sejak beratus tahun yang lalu. Hanya saja mungkin caranya yang berbeda. Namun pada intinya, Hypnotherapy sama halnya dengan self motivation untuk membangun kepercayaan bahwa kita mampu dan bisa menyembuhkan sesuatu dengan mensugesti diri sendiri.
Dalam Hypnotherapi, sugesti tersebut diberikan oleh Hypnotherapis kepada suyet (klien) dengan terlebih dahulu menghadirkan kondisi yang sangat ideal yaitu saat dimana alam bawah sadar siap untuk menerima sugesti. Kenapa harus alam bawah sadar? Karena, ternyata menurut penelitian, alam sadar hanya 12% saja mempengaruhi kehidupan kita dan sisanya adalah 88% merupakan alam bawah sadar.
Seperti halnya mengendarai sepeda motor, pada awal belajar mengendarainya kita menggunakan alam sadar untuk mengingat dan konsentrasi untuk menarik gas, menginjak rem, mengatur keseimbangan dan melihat spion. Karena hal tersebut dilakukan secara terus menerus ia akan “mengendap” turun dan menjadi bagian dari alam bawah sadar. Sehingga ketika mengendarai sepeda motor, alam bawah sadar akan mengambil alih dan saat itu, alam sadar bisa berkonsentrasi untuk hal yang lain dari mulai menjawab panggilan melalui ponsel, focus pada pembicaraan dengan teman dibelakang (boncengan), dan mungkin sesekali kita berfikir hingga lupa saat itu kita sedang mengendarai sepeda motor.
Coba kita tela’ah kesus berikut ini, ketika seseorang jatuh dari sepeda motor yang menyebabkan kakinya patah, saat telah sembuh mungkin ia akan mencoba menaiki sepeda motor kembali namun jika ia kembali mengalami kecelakaan dan kali ini tangannya yang patah. Alam sadarnya mungkin akan berfikir, untuk tidak boleh mengendarai sepeda motor lagi karena jika mengendarai sepeda motor akan menyebabkan si pengendaranya mengalami kecelakaan. Pikiran seperti ini yang terus menerus diulang akan mengendap di alam bawah sadar, menjadi bagian dari kepribadian sehingga menimbulkan trauma takut naik sepeda motor.
Bagi orang yang percaya pada hal – hal klenik, ia akan menganggap sepeda motornya mungkin ada “penghuninya” sehingga dilakukanlah ritual – ritual khusus untuk menyingkirkan “penghuni” di sepeda motornya. Hal tersebut akan mensugesti si korban yang trauma naik sepeda motor kembali berani untuk mengendarai sepeda motorya karena telah dibuang “penghuninya”. Dalam Hypnotherapy yang diterapi adalah si korban (subjek) yang trauma dengan memberikan sugesti menghapus memori sebab – akibat jika naik sepeda motor bisa berakibat jatuh dan selanjutnya menanam sugesti baru bahwa korban mampu mengendarai sepeda motor nya kembali tanpa harus terbatasi oleh trauma nya.
Itu berarti Hypnotherapy berorientasi pada mensugesti secara langsung pelakunya (korban) berbeda dengan “klenik” yang membangun sugesti dari persepsi. Jadi, Hypnotherapi adalah klenik atau klinik? anda sendiri yang menjawabnya.