Anda mungkin pernah berbincang – bincang sambil duduk atau jongkok di rumput/pasir pinggir pantai. Namun entah mengapa tanpa disadari, tangan kita akan memainkan apa saja yang berada di dekat kita.
Saat tangan kita menemukan sebatang lidi atau ranting pepohonan, biasanya kita akan mencoret – coret tanah tanpa tujuan yang jelas mengapa kita lakukan. Di kesempatan lain terkadang kita juga mencabuti rumput – rumput yang ada di sekitar kita.
Saya baru menyadari kejadian ini saat sedang mengisi sebuah pelatihan di Pantai Cermin Saat itu salah seorang peserta mengatakan kepada saya “Kak, coba lihat! Kenapa semua orang gak bisa diam tangannya? Semua main tanah”
Sampai sekarang, saya belum menemukan jawaban yang jelas, kenapa hal itu terjadi. Namun ketika saya coba menganalisa kenapa diri saya melakukan itu, saya menemukan sebuah jawaban.
Saat saya melakukan hal itu, tanpa disadari saya tidak lagi memperhatikan apa yang sedang terjadi disekitar saya. Dan saya mulai asyik dengan khayalan yang sedang terbangun di pikiran saya.
Maka saya berkesimpulan bahwa hal itu saya lakukan karena saya ingin membangun dunia khayalan untuk keluar dari kondisi disekitar saya yang membosankan pada saat itu.


Fumiki Deguchi berkata,
Januari 20, 2009 @ 6:41 pm
Menurut ana, itu semata-mata karena masih selalu ada sosok anak-anak dalam jiwa setiap manusia (berapa pun usianya). Ini terutama terdapat pada makhluk bernama laki-laki… Tengok aja, rekan kerja ana, bahkan para sesepuh, masih suka menghabiskan waktu main PS di kantor
Tapi, gak semua sih (ntar marah smua laki2), ada juga beberapa yang nggak. BTW, pendapat ana ini dibuat tanpa dasar sama sekali, jadi gak perlu dibuktikan kebenarannya