Akhir – akhir ini saya agak sedikit sibuk. Mulai dari jagain rumah paman karena beliau sedang pulang kampung, persiapan Training Kepemimpinan tingkat Daerah hingga ngisi training di beberapa tempat.
Hal itu menyebabkan dalam satu hari, saya harus pindah – pindah tempat yang kadang berjauhan. Maklum, karena belum punya mobil dan sopir terpaksa nyetir sendiri mobil beroda dua alias sepeda motor. Tapi kalau cerita semangat, Insya Allah ”Luar Biasa!!!”.
Selama mengendarai sepeda motor, saya sering nyangkut di lampu merah. Jadi kadang merayap, nyelip pelan – pelan diantara mobil – mobil yang menunggu lampu merah berganti hijau supaya dapat tempat terdepan. Selama nyelip – nyelip itu, tidak jarang beberapa orang yang mengendarai mobil kadang sengaja memajukan mobilnya sehingga berdempetan dengan mobil di depannya menyebabkan saya tidak bisa lewat.
Saat itu, saya tiba – tiba teringat dengan materi komunikasi yang pernah saya bawakan dalam sebuah pelatihan. Di materi itu saya memasukkan beberapa point dari bukunya Les Giblin ”Skill With People”. Yaitu Bab VIII yang membahas ”cara terampil untuk membuat orang mengatakan ya!” karena penasaran, saya ujikan pada para pengendara mobil supaya mereka memberikan jalan.
Saat saya terjebak lagi di lampu merah. Saya melihat ada celah untuk bisa menyelip agar bisa terus maju dan berada di garis depan. Saat itu celah itu perlahan – lahan mulai mengecil karena mobil disamping saya mulai maju perlahan – lahan. Karena celah tersebut hampir tertutup, segera saya membuka kaca helm saya dan mengangguk – anggukan kepala sambil melihat kearah supir (walaupun gak nampak karena kaca mobil tersebut hitam) tiba – tiba mobil tersebut berhenti dan membiarkan saya lewat.
Karena sudah tau caranya, akhirnya setiap kali mengalami hal serupa, saya praktekkan saja dan hasilnya 80% berhasil.
Tidak itu saja, saya justru terkagum sama tukang becak di kota Medan yang menyebrang jalan sembarangan. Saat itu, becak tersebut diklakson terus menerus, mungkin apresiasi dari kekesalan pengendara mobil yang terhalang jalannya karena becak sedang menyeberang. Karena mungkin merasa tidak enak atau justru sudah memahami bukunya Les Giblin, ia menganggukan kepalanya ke arah pengendara mobil yang membunyikan klakson dan luar biasa!!! bunyi klakson berhenti walaupun becaknya masih belum juga berhasil menyeberang dan masih menghalangi pengendara mobil.
Luar biasa kan?! Angguk – angguk, geleng – geleng, tunduk – tunduk!……
Bagi yang punya kepala, silahkan dipraktekkan! Semoga bermanfaat!