SAKIT

Beberapa hari ini saya dihadiahi sakit pilek, batuk, mata dan pening yang luar biasa. Hal ini memuat saya harus sedikit beristirahat lebih banyak dari biasanya. Itung – itung cuti dari aktivitas.

 

Tapi entah kenapa, semakin saya mencoba untuk istirahat semakin kuat keinginan saya untuk beraktivitas. Dasar bandel!!! Tapi saya sangat mensyukuri sakit yang saya alami karena biasanya ketika saya sembuh, saya dapat ide yang lebih Gila dari sebelumnya.

 

So, mohon doa nya supaya cepet sembuh yo!

 

Cepet sembuh, cepet dapat ide

Cepet dapat ide, cepet direalisasikan

Cepet direalisasikan, cepet dapat penghasilan

Cepet dapat penghasilan, cepet nikahnya! (he…he…1000x korban jadi ketua panitia pernikahan)

Komentar (2) »

Pengalaman Vs Pengalaman

Tanpa kita sadari, mendengarkan menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Sering kali saat orang berbicara mengenai pengalamannya apakah itu pengalaman baik atau pengalaman buruk, diri kita akan merespon dengan ikut menceritakan pengalaman kita untuk menandingi pengalaman mereka.

Akhirnya, kita disibukkan dengan mempersiapkan pengalaman apa yang harus kita ceritakan untuk memenangkan pembicaraan. Sehingga proses mendengarkan menjadi ajang pertandingan.

Mmmmm….. Sepertinya kita harus banyak belajar untuk mendengarkan nih!

Komentar bertahan »

ORANG TUA SUMBER MOTIVASI DAN INSPIRASI

Sejak dahulu, orang tua sudah sering menjadi sumber inspirasi dan motivasi. Mungkin itu sebabnya di akhir sholat, doa yang dilantunkan adalah doa untuk orang tua. Selain itu, sebagian dari kita sering menuliskan kata – kata motivasi yang melibatkan keduanya. “Aku akan pulang membawa harapan orang tua” tulisan yang menyerupainya, tanpa kita sadari sering ditemui di kamar kita dan teman – teman kita yang indekost. Tulisan tersebut menjadi motivasi yang hampir tiada matinya.

Ingatlah!


Sejauh apapun kita melangkah,

Segagal apapun kita dalam meraih impian kehidupan,

Sekeras apapun orang – orang memusuhi kita,

Sekejam apapun diri kita,

Saat kita pulang, Orang tua tetap akan menerima kita apa adanya

..::Firdaus Faisal::..

Komentar (2) »

GRAVITASI DAN KEMAUAN

Kita tentunya sudah memahami bahwa alam semesta diatur oleh suatu gaya yang kita sebut gravitasi. Itulah yang menyebabkan benda – benda yang berada dipermukaan suatu planet akan tertarik menuju titik pusat planet tersebut.

Besar kecilnya planet akan mempengaruhi besar kecilnya gravitasi. Gravitasi bumi tentunya berbeda dengan gravitasi bulan. Bulan memiliki gravitasi yang lebih kecil dibandingkan gravitasi yang dimiliki bumi, itulah sebabnya bulan berputar mengelilingi bumi. Gravitasi matahari lebih besar daripada gravitasi yang dimiliki bumi. Itulah yang menyebabkan bumi mengelilingi matahari.

Dalam kehidupan bersosial, manusia memiliki kemauan yang diibaratkan sebagai gaya gravitasi. Makanya kita bisa melihat ada orang – orang yang hampir selalu dituruti kemauannya, itulah mereka yang memiliki kemauan yang besar. Sedangkan mereka yang lemah kemauan biasanya akan menuruti orang – orang yang lebih kuat kemauannya.

So, Kuatkan kemauan!

Komentar bertahan »

Lampu? Baik atau Buruk?

Beberapa bulan ini, kita mungkin masih ingat dengan pemberlakuan peraturan baru menghidupkan lampu sepeda motor pada siang hari. Peraturan baru ini mendapat respon yang beragam dari masyarakat.

Berbagai tanggapan masyarakat mewarnai media mulai dari koran hingga stasiun televisi. Tapi yang sangat ”lucu” adalah apa yang dilakukan oleh salah satu stasiun televisi, mereka mewawancarai seorang pengemudi sepeda motor dan menanyakan pendapatnya tentang menghidupkan lampu di siang hari. Mungkin tanpa berpikir panjang si bapak menjawab ”Boros! Gak ada manfaatnya!” dan langsung kabur dengan menggunakan sepeda motornya.

Seharusnya yang diwawancarai bukan pengendara sepeda motor nya, tapi mereka yang mengendarai mobil. Karena dari hasil diskusi saya bersama orang tua, mereka mengatakan terkadang saat menyetir mobil, kita tidak tahu kalau ada sepeda motor dibelakang. Karena mereka berada pada blind spot yaitu titik buta. Dimana kaca spion tidak bisa menjangkau keberadaan sepeda motor. Sehingga karena menganggap di belakang tidak ada kendaraan lain terkadang kita langsung saja bermanuver untuk belok ke kiri atau ke kanan. Tiba – tiba sepeda motor udah nabrak pintu depan mobil.

Orang tua saya melanjutkan, dengan adanya lampu sepeda motor, setidaknya sesekali terlihat lampunya di spion dan membantu sekali untuk mengetahui bahwa ada kendaraan di belakang mobil. Kita tidak pernah tahu, sesuatu yang menurut pengendara sepeda motor tidak baik. Tapi sesungguhnya bagi pengemudi mobil ini sesuatu yang sangat dibutuhkan.

Begitu juga hakikat kehidupan, kita tidak pernah tahu sesuatu yang menurut kita tidak baik tapi menurut Allah itu lah yang terbaik.

Komentar (5) »

Anggukkan Saja Kepala Anda!

Akhir – akhir ini saya agak sedikit sibuk. Mulai dari jagain rumah paman karena beliau sedang pulang kampung, persiapan Training Kepemimpinan tingkat Daerah hingga ngisi training di beberapa tempat.

Hal itu menyebabkan dalam satu hari, saya harus pindah – pindah tempat yang kadang berjauhan. Maklum, karena belum punya mobil dan sopir terpaksa nyetir sendiri mobil beroda dua alias sepeda motor. Tapi kalau cerita semangat, Insya Allah ”Luar Biasa!!!”.

Selama mengendarai sepeda motor, saya sering nyangkut di lampu merah. Jadi kadang merayap, nyelip pelan – pelan diantara mobil – mobil yang menunggu lampu merah berganti hijau supaya dapat tempat terdepan. Selama nyelip – nyelip itu, tidak jarang beberapa orang yang mengendarai mobil kadang sengaja memajukan mobilnya sehingga berdempetan dengan mobil di depannya menyebabkan saya tidak bisa lewat.

Saat itu, saya tiba – tiba teringat dengan materi komunikasi yang pernah saya bawakan dalam sebuah pelatihan. Di materi itu saya memasukkan beberapa point dari bukunya Les Giblin ”Skill With People”. Yaitu Bab VIII yang membahas ”cara terampil untuk membuat orang mengatakan ya!” karena penasaran, saya ujikan pada para pengendara mobil supaya mereka memberikan jalan.

Saat saya terjebak lagi di lampu merah. Saya melihat ada celah untuk bisa menyelip agar bisa terus maju dan berada di garis depan. Saat itu celah itu perlahan – lahan mulai mengecil karena mobil disamping saya mulai maju perlahan – lahan. Karena celah tersebut hampir tertutup, segera saya membuka kaca helm saya dan mengangguk – anggukan kepala sambil melihat kearah supir (walaupun gak nampak karena kaca mobil tersebut hitam) tiba – tiba mobil tersebut berhenti dan membiarkan saya lewat.

Karena sudah tau caranya, akhirnya setiap kali mengalami hal serupa, saya praktekkan saja dan hasilnya 80% berhasil.

Tidak itu saja, saya justru terkagum sama tukang becak di kota Medan yang menyebrang jalan sembarangan. Saat itu, becak tersebut diklakson terus menerus, mungkin apresiasi dari kekesalan pengendara mobil yang terhalang jalannya karena becak sedang menyeberang. Karena mungkin merasa tidak enak atau justru sudah memahami bukunya Les Giblin, ia menganggukan kepalanya ke arah pengendara mobil yang membunyikan klakson dan luar biasa!!! bunyi klakson berhenti walaupun becaknya masih belum juga berhasil menyeberang dan masih menghalangi pengendara mobil.

Luar biasa kan?! Angguk – angguk, geleng – geleng, tunduk – tunduk!……

Bagi yang punya kepala, silahkan dipraktekkan! Semoga bermanfaat!

Komentar (1) »

Gairah

Tampilannya selalu menarik, melihat wajahnya saja kesulitan sudah berkurang. Ketegasannya menghapus segala keraguan, senyumnya memberi semangat. Bicaranya sedikit tapi setiap kata – katanya seolah penuh makna. Semua ingin mendapat perhatiannya atau sekedar bersalaman dengan nya.

Apa rahasia yang menjadikan nya seperti itu? Hadir nya memberi kesan, saat jauh dirindukan. Itulah orang – orang yang memiiki gairah untuk berbuat, maju dan melakukan perubahan yang tidak pernah padam. Hampir semua buku yang mengulas soal kepemimpinan tidak pernah melupakan yang satu ini. Semua orang senang berada didekat orang – orang yang bergairah.

Dunia juga diatur oleh orang – orang bergairah yang mengejar berbagai kepentingan. Pemimpin yang menginginkan kerusakan akan selalu bertarung dengan pemimpin yang menginginkan perbaikan, keadilan dan kesejahteraan. Hanya saja saat ini kekuasaan masih lebih didominasi oleh pemimpin bergairah yang menginginkan kerusakan di muka bumi. Sehingga berita buruk selalui mewarnai berita lokal, nasional dan Internasional.

Tidak punya gairah? Bergairahlah!

Komentar (2) »

Mati Vs Buang Air Besar

Suatu hari saya bertanya kepada seorang teman “Kalau semua manusia dimuka bumi ini dikumpulkan mulai dari Adam hingga sekarang, kemudian dikuburkan. Apakah akan menutupi seluruh daratan di permukaan bumi?” Pertanyaan tersebut menuai berbagai tangapan dari teman – teman saya. Ada yang serius dan ada juga yang menganggap ini pertanyaan GILA, jadi harus dijawab secara GILA.

Salah seorang teman saya kemudian menjawab “sama seperti buang air besar yang dikeluarkan setiap hari, tapi gak bikin banjir” kemudian saya berujar dalam hati “ini jawaban yang cerdas” he…he…100000000x

Komentar bertahan »

Saat wanita menghadapi masalah

Kita mungkin masih ingat dengan kisah Princess Diana (1961-1997), Tya Subyakto dan Maya Estiani. Mereka adalah para wanita yang menghadapi cobaan besar dalam perjalanan hidupnya.

Ada kesamaan saat mereka menyikapi perceraian rumah tangga mereka. Ketiganya tanpa disadari merubah penampilannya berbeda dari biasanya. Katanya, ini adalah bentuk penyaluran yang juga sering dilakukan oleh para wanita saat menghadapi masalah dalam hidup mereka (saya menanyakan langsung dari sumber terpercaya yaitu “ibu” saya).

Katanya, saat merubah penampilan sebenarnya wanita sedang berusaha mengubur jauh – jauh masa lalunya. Dengan itu mereka merasa lebih tenang. Benar gak ya?

Tanpa bermaksud untuk menghina atau melecehkan wanita, tulisan ini sengaja saya tulis agar mereka yang bukan wanita dapat memahami kondisi ini. Dan bagi wanita, ini mungkin bisa menjadi pilihan selain bunuh diri untuk mengubur jauh – jauh masalah yang mereka hadapi. Semoga bermanfaat!!!

Komentar (3) »

Manusia Gerobak

Rabu pagi 12 November 2008, saya tertegun saat menyaksikan program acara di salah satu stasiun Televisi Nasional. Di acara tersebut mereka mengupas tentang kehidupan para pengemis, pemulung dan orang – orang miskin yang tinggal di Jakarta.

Saat diwawancara, ternyata semuanya berasal dari kampung dan ketika ditanya mengapa masih mau tinggal di Jakarta padahal di kampung mereka mungkin bisa hidup lebih layak, mereka menjawab “kalau disini, saya bisa kerja apa aja, kalau di kampung gak tau mau kerja apa” setelah mewawancarai pengemis kemudian mereka melanjutkan dengan mewawancarai pemulung yang membawa gerobak dan mengangkut istri dan 1 orang anaknya di dalam gerobak. Pertanyaannya masih sama dan jawabannya juga tidak jauh berbeda.

Yang membuat saya tertegun adalah ketika pertanyaan selanjutnya diajukan “di Jakarta, Bapak tinggal dimana?” Mereka menjawab dengan entengnya “Kalau siang ya begini, mulung. Kalau malam, tidur dimana saja”

Saya merenungi bagaimana mereka bisa bertahan hidup dengan cara seperti itu. Mungkin satu – satunya harta yang dimiliki oleh mereka adalah gerobak untuk mengangkut barang hasil memulung itu. Mungkin Itu juga alasannya mengapa mereka disebut manusia gerobak.

Kalau kita teliti lebih jauh lagi, mungkin penghasilan mereka dalam satu hari tidak lebih dari Rp.20.000,- yang membuat mereka tidak sanggup untuk menyewa kontrakkan sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan. Atau mungkin karena tidak ada barang berharga yang harus disembunyikan jadi mereka berfikir untuk apa menyewa kontrakkan.

Tapi yang pasti, gemerlapnya kota besar telah menghipnotis mereka untuk memiliki keyakinan bahwa hidup di kota Jakarta lebih menjanjikan dari pada di kampung. Tapi saya berkesimpulan mungkin saja mereka lebih senang dengan kerja yang langsung memberikan hasil. Sehingga memulung disiang hari, menjual dan menerima hasil disore hari menjadi harapan yang lebih menjanjikan untuk bertahan hidup. Kalau dikampung, mereka harus bersentuhan dengan kebun dan pertanian yang hasilnya tidak langsung bisa dirasakan di sore hari.

Jadi, ini adalah refleksi bagi kita, ternyata apa yang kita miliki selama ini sudah sangat patut untuk disyukuri. Jadi, kenapa masih mengeluh?

Komentar bertahan »